Monitoring STBM Digital untuk Sanitasi Desa
Panduan monitoring Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 pilar secara digital: pencatatan per keluarga, identifikasi prioritas, dan pelaporan otomatis.
Apa itu STBM
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah program nasional untuk meningkatkan akses sanitasi dan mengubah perilaku higiene masyarakat. Program ini memiliki 5 pilar yang wajib dipantau dan dilaporkan oleh setiap desa ke Dinas Kesehatan.
5 Pilar STBM
Setiap pilar harus dimonitor secara berkala untuk setiap keluarga di wilayah desa:
Pilar 1: Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
Memastikan setiap keluarga memiliki akses ke jamban sehat dan tidak lagi melakukan BAB di sembarang tempat. Indikator utama:
- Kepemilikan jamban
- Jenis jamban (sehat/tidak sehat)
- Akses ke septiktank
Pilar 2: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Memantau ketersediaan fasilitas cuci tangan dan kebiasaan CTPS di 5 waktu kritis (sebelum makan, setelah BAB, dll).
Pilar 3: Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga
Mengecek sumber air minum, pengolahan air sebelum dikonsumsi, dan penyimpanan air bersih.
Pilar 4: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Memantau cara pembuangan sampah: apakah dikelola dengan baik (dipilah, dikompos, diangkut) atau dibuang sembarangan.
Pilar 5: Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga
Mengecek pembuangan air limbah rumah tangga: apakah menggunakan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) atau dibuang langsung ke lingkungan.
Monitoring Digital per Keluarga
TataDesa mendigitalkan proses monitoring STBM dengan fitur:
- Data per keluarga: terhubung langsung dengan data Kartu Keluarga (KK)
- Checklist 5 pilar: setiap pilar bisa diisi status per keluarga
- Pencatatan berkala: riwayat monitoring tersimpan untuk evaluasi progres
- Filter wilayah: data bisa dilihat per Dusun, RW, atau RT
Identifikasi Wilayah Prioritas
Sistem secara otomatis mengidentifikasi wilayah yang memerlukan intervensi berdasarkan persentase kepatuhan per pilar:
| Persentase Kepatuhan | Status | Tindakan |
|---|---|---|
| > 80% | Baik | Pertahankan dan monitoring rutin |
| 50-80% | Perlu perhatian | Sosialisasi dan pendampingan |
| < 50% | Prioritas | Intervensi program segera |
Data ini membantu pemerintah desa dan Puskesmas memprioritaskan program sanitasi.
Pelaporan ke Dinas Kesehatan
Data STBM yang sudah dicatat secara digital bisa langsung dijadikan bahan pelaporan:
- Rekap status sanitasi per wilayah
- Progres capaian per pilar
- Perbandingan antar periode
Proses yang sebelumnya membutuhkan kompilasi manual selama berhari-hari, kini bisa diakses dalam hitungan detik.
Manfaat Digitalisasi STBM
- Akurasi data: mengurangi kesalahan pencatatan manual
- Efisiensi waktu: tidak perlu rekap manual untuk pelaporan
- Transparansi: data bisa diakses oleh pihak berwenang kapan saja
- Evaluasi efektif: progres program sanitasi terlihat jelas dari waktu ke waktu
- Perencanaan anggaran: data menjadi dasar pengajuan anggaran program kesehatan
Pelajari lebih lanjut tentang fitur monitoring STBM atau lihat juga fitur posyandu digital untuk monitoring kesehatan desa yang menyeluruh.