TataDesa Logo TataDesa
stbm sanitasi kesehatan desa pemberdayaan masyarakat

Memahami STBM dan 5 Pilar Sanitasi Desa

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan inovatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat desa. Pelajari 5 pilar STBM.

Tim TataDesa ·

Mengenal Lebih Dekat STBM: Investasi Kesehatan Desa

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bukan sekadar program pembangunan jamban. Lebih dari itu, STBM adalah sebuah pendekatan revolusioner untuk mengubah perilaku masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan secara menyeluruh.1 Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, STBM mendorong perubahan perilaku higienis yang berkelanjutan, dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan desa sehat dan sejahtera. Pemerintah desa dapat memanfaatkan Dashboard Analitik untuk memantau perkembangan program STBM di wilayahnya.

Apa Itu STBM?

STBM adalah singkatan dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014, STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.1 Pemicuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan kebersihan, serta mendorong mereka untuk mengambil tindakan nyata dalam memperbaiki kondisi sanitasi di lingkungan mereka. Alih-alih memberikan bantuan fisik secara langsung, STBM lebih menekankan pada perubahan pola pikir dan perilaku yang akan membawa dampak jangka panjang.

STBM menjadi kebijakan nasional sejak tahun 2008, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan akses sanitasi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.1 Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.

5 Pilar Utama STBM

Keberhasilan STBM bertumpu pada lima pilar utama yang saling terkait dan mendukung satu sama lain. Implementasi kelima pilar ini secara komprehensif akan menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Berikut adalah penjelasan mengenai kelima pilar tersebut:

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)

Pilar pertama ini menjadi fondasi utama STBM. Stop BABS berarti setiap individu dalam masyarakat harus memiliki akses ke jamban sehat dan menggunakannya dengan benar. Buang air besar di tempat terbuka, seperti sungai, kebun, atau ladang, merupakan praktik yang sangat berbahaya karena dapat mencemari lingkungan dan menyebarkan berbagai penyakit, seperti diare, disentri, dan kolera. Program Monitoring STBM & Sanitasi dapat membantu desa memantau progres eliminasi BABS.

2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Mencuci tangan dengan sabun adalah tindakan sederhana namun sangat efektif dalam mencegah penyebaran penyakit. Pilar CTPS menekankan pentingnya mencuci tangan dengan sabun pada lima waktu penting: sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah buang air besar, setelah membersihkan anak yang buang air, dan setelah memegang hewan atau benda kotor.2

3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT)

Pilar ini bertujuan untuk memastikan bahwa air minum dan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga aman dari kontaminasi. Hal ini meliputi praktik-praktik seperti merebus air hingga mendidih sebelum diminum, menyimpan air minum dalam wadah yang bersih dan tertutup, serta menjaga kebersihan makanan dan peralatan makan.

4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT)

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit dan mencemari lingkungan. Pilar PSRT menekankan pentingnya memilah sampah, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan membuang sampah anorganik ke tempat yang telah ditentukan.

5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLRT)

Limbah cair rumah tangga, seperti air bekas cucian dan kamar mandi, juga berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Pilar PLRT mendorong masyarakat untuk memiliki sistem pengelolaan limbah cair yang memadai, seperti septic tank atau sistem drainase yang terhubung ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Implementasi STBM di Desa: Langkah Nyata Menuju Desa Sehat

Implementasi STBM di tingkat desa memerlukan komitmen dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga setiap individu dalam keluarga. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan STBM di desa:

  1. Sosialisasi dan Pemicuan: Pemerintah desa perlu melakukan sosialisasi dan pemicuan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya STBM dan mendorong perubahan perilaku.
  2. Pembentukan Tim STBM Desa: Bentuk tim STBM desa yang terdiri dari perwakilan berbagai elemen masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan, dan memantau program STBM.
  3. Pemetaan Kondisi Sanitasi: Lakukan pemetaan kondisi sanitasi di desa untuk mengidentifikasi masalah dan potensi yang ada.
  4. Penyusunan Rencana Aksi: Susun rencana aksi STBM desa yang memuat target, strategi, dan indikator keberhasilan yang jelas.
  5. Pelaksanaan Program: Laksanakan program STBM sesuai dengan rencana aksi yang telah disusun, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
  6. Monitoring dan Evaluasi: Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengukur kemajuan dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi.

Pemerintah desa juga dapat memanfaatkan Program Kesehatan (Posyandu) dalam platform TataDesa untuk mendukung implementasi STBM, misalnya untuk memantau status kesehatan masyarakat dan memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Kesimpulan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan memahami dan mengimplementasikan kelima pilar STBM secara komprehensif, desa dapat menciptakan lingkungan yang sehat, mencegah penyebaran penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa, partisipasi aktif masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital seperti platform TataDesa akan menjadi kunci keberhasilan program STBM di desa.

Referensi

Footnotes

  1. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) | Dinkes Empat Lawang 2 3

  2. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Gerakan Menuju Hidup Sehat dan Bermar